Jakarta, CNN Indonesia

Kuasa hukum Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Bambang Widjojanto atau BW terlihat kesal alias dongkol ke ahli yang dihadirkan KPU Marsudi Wahyu Kisworo lantaran enggan membuka slide paparan perbandingan sampel Sirekap dengan aplikasi pengawal hasil pemilu lainnya.

Momen ini terjadi dalam sidang lanjutan gugatan hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (3/4).

Awalnya, Marsudi menjelaskan banyak elemen masyarakat sipil yang membuat sistem sendiri secara sukarela untuk menghitung dan memantau hasil perhitungan suara pemilu. Ia mencontohkan sistem Jaga Pemilu hingga Kawal Pemilu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baginya, sistem tersebut memiliki data yang akurat dan tak berbeda jauh dengan Sirekap.

“Selain ada OCR juga divalidasi manusia. Kita lihat hasilnya tadi enggak beda jauh dengan Sirekap setelah diselesaikan di perhitungan manual,” kata Marsudi.

“Jadi, menurut saya, sebetulnya apa yang ada di Sirekap sama seperti di perhitungan paralel yang lain dan sama perhitungan manual juga,” tambahnya.

Mendengar pernyataan itu, BW lantas meminta Marsudi membuka slide paparannya yang menunjukkan perbandingan data sampel antara Sirekap, Jaga Pemilu hingga Kawal Pemilu.

Bagi Bambang, data sampel antara Sirekap dan Jaga Pemilu tidak bisa dikomparasikan. Sebab, sampel di sistem Jaga Pemilu hanya sampai sekitar 51 persen. Sementara Sirekap mencapai 88 persen.

“Majelis, di slidenya ahli tadi coba dilihat. Itu tidak comparable. Coba dilihat. Slide KPU sudah 88 persen, Jaga Pemilu cuma 51 persen. Coba lihat. Bagaimana ahli membandingkan itu sudah comparable? Keahlian apa yang menyatakan hal itu? Coba dibuka itunya,” kata BW sambil meminta Marsudi membuka slide paparannya.

Merespons permintaan BW itu, Marsudi mencoba langsung ingin menjawabnya tanpa membuka slide paparan. Namun BW tak menerima.

“Saya jawab aja, saya tahu,” kata Marsudi.

No no. Kita buka dulu pak, jangan sok tahu, pak,” sewot BW dengan nada tinggi.

“Enggak, saya tahu,” timpal Marsudi lagi.

Melihat perdebatan itu, Hakim MK Saldi Isra kemudian menengahinya. Saldi lantas meminta Marsudi membuka slide paparannya.

“Pak Bambang, sabar. Silakan coba dibuka slide ahli tadi,” pinta Saldi.

Marsudi kemudian membuka slide paparannya. Lalu menjelaskan sampel di sistem Kawal Pemilu selesai tak mencapai 100 persen.

“Karena mereka relawan semua. Jadi enggak 100 persen. Demikian yang lain. Kalau data lebih dari 50 persen, tidak akan banyak pengaruhnya pada hasil,” kata Marsudi.

“Yang ingin saya katakan, yang satu Kawal Pemilu 82 persen, Jaga Pemilu 51 persen,” timpal BW lagi.

Saldi Isra kemudian menengahi lagi supaya menyerahkan ke majelis hakim.

“Kan, sudah dijelaskan. Biar kami menilai,” kata Saldi.

(rzr/wis)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *